07/08/13
Blow Some Pure Full (My verry Blessing Ramadhan)
Ramadhan Rush
10/07/13
Bawang Putih
09/07/13
Harmony
“when profession not just professionalism”
23/06/13
Pilkada
15/06/13
Pintar saja tidak cukup
25/05/13
Perjuangan
21/01/13
Tak ada hukum tertinggi untuk kasus “sederhana”
27/10/12
Another 1st time story
26/06/12
Share
19/06/12
Kirchhoff Voltage Law
- Tentukan berapa banyak loop yang melalui rangkaian tersebut
- Tentukan arah loop
- Tentukan arah arus
PENTING! ARAH LOOP TIDAK SAMA DENGAN ARAH ARUS
dalam pembahasan ini, arah arus bersesuaian dengan arah loop
09/06/12
The Story Teller
Saya ingin membahagiakan ibu, saya ingin membahagiakan bapak...pernah saya nangis di depan ibu, waktu itu saya ingat bahwa surga ada dibawah telapak kaki ibu
08/05/12
Tempat itu bernama "Rumah Belajar"
29/04/12
Manfaat
qt hrs cari cara pinsupaya qt bs bermanfaat buat org byk:">
18/02/12
Heran
17/02/12
New Spirit from a "Stranger"
09/02/12
Khusnudzon
Jadi terinspirasi untuk nulisin hal ini…
Sebelumnya saya menganggap hal ini bukanlah hal besar dan tidak perlu dibesar-besarkan. Tapi ternyata anggapan itu salah, tidak semua orang berpikiran seperti itu—telat nyadar.
Beberapa orang beranggapan sangat positif terhadap hidupnya dan yang lainnya beranggapan sebaliknya. Ada orang yang terlalu positif dan ada juga yang terlalu negative. Ya saya salah satu golongan yang pertama, selalu menganggap positif akan segala hal. Saya pikir itu baik—biasa pengaruh bacaan, doktrinasi tanpa sadar—berpikir positif akan lebih membuat kita sehat. Tidak perlu repot-repot memikirkan pandangan buruk orang terhadap diri kita. Tidak perlu berpura-pura berlaku baik untuk mendapatkan simpati orang lain. Cukuplah dengan kesederhanaan dan ketulusan dalam setiap apa yang dilakukan.
Saya selalu berpikiran setiap orang itu baik, dan tidak ada salahnya untuk berlaku baik terhadap mereka. Jadi inget obrolan dengan seseorang, “fitrah manusia itu adalah mengakui kebaikan” –yang lainnya ga perlu dibahas disini karna akan sangat panjang…hehehe. Jadi bener dong kalau kita berlaku baik pada semua orang, bahkan orang yang baru kita temui untuk pertama kalinya. Karena fitrahnya itu, saya tidak peduli orang tersebut berlaku buruk pada orang lain selama dia tidak mengganggu dan merugikan saya, saya tetap akan berlaku baik pada nya. Perlakuan baik itu tidak perlu dijadikan patokan bahwa orang lain harus berlaku baik pula terhadap kita. Banyak factor yang menyebabkan mereka tidak mengapresiasi dengan semestinya terhadap apa yang telah kita lakukan. Tapi ya sudahlah setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda untuk apa yang mereka lakukan. Bagi saya, bila ada orang yang tidak mengapresiasi apa yang saya lakukan, maka cukuplah khusnudzon saya teradap mereka.
27/12/11
Thanks God I’m in your way
Alhamdulillah
Kayanya belum cukup deh untuk mencurahkan apa yang saya rasakan sekarang. Sudah sebegitu banyak nikmat yang Dia berikan pada saya, sudah begitu banyak kebahagiaan yang Dia limpahkan dalam hidup saya. Dan hal yang paling membuat saya bahagia adalah menemukan diri saya berada di jalanNya. Saya bukanlah anak dari keluarga dengan latar belakang agama yang kuat, saya bukan juga seorang anak yang “dipaksa” orang tua untuk belajar agama di pesantren, dan saya juga bukan seorang aktifis dakwah yang selalu berada dibarisan depan. Saya hanyalah seorang anak biasa, mungkin lebih tepatnya saya hanya seseorang yang selalu menerima apa yang diberikan orang lain untuk saya. Hmm, bentuk kepasrahan yang tidak berdasar…
Saya mengenal agama hanya dari ritual-ritual yang orang tua saya lakukan, tanpa bertanya lebih lanjut mengapa kita perlu untuk melakukan hal tersebut. Yang saya tau hanyalah bahwa kehidupan kita ada yang mengatur, dan kepada pengatur itulah kita harus menyembah. Paradigma seperti itu terus tertanam dengan suburnya sampai saya berada di bangku SMP, saya masih berpegang teguh pada yang saya yakini bahwa saya harus melaksanakan kewajiban sholat lima waktu dalam sehari tanpa paham esensi dari sholat itu sendiri.
Beranjak SMA pikiran saya masih dipenuhi dengan orientasi keduniawian, saya ingin menjadi popular disekolah, saya ingin memiliki banyak teman, saya ingin semua orang tau bahwa saya ada. Namun yang terjadi bukan itu, saya masih menjadi siswa nomor,,, entahlah nomor berapa intinya saya tidak popular. Tapi saya mendapatkan sesuatu yang lebih penting dari itu. Saya terus dijaga oleh Alloh, penjaga dari segala penjaga.
Memang saya tidak popular, tapi itu yang Alloh pantaskan untuk saya, teman saya tidak begitu banyak, tapi Alloh pantaskan mereka untuk menjadi jalan saya menemukan jalanNya.
Dalam pergaulan dengan mereka, kita bukanlah termasuk anak-anak rokhis yang selalu aktif dengan kajian tiap minggu. Tapi Alhamdulillah kami tidak pernah meninggalkan yang lima, kemanapun kami pergi pasti mengutamakan hal itu. Dan, “panggilan” untuk mendapatkan nutrisi hati pun datang dengan sendirinya. Entah memang kebutuhan akan hal itu sudah mendesak atau, entahlah saya kadang tidak mengerti. Tapi mungkin itu hidayah Alloh, makin cinta padaMu ya Alloh
Tanpa saya sadari, pencarian akan jalan Alloh terus berlanjut. Meskipun saya tidak menyadarinya, tapi hati ini terus mencari kebenaran akan jalanNya. Ternyata semuanya sangat logis dan tidak ada yang bertentangan dengan pemikiran saya. Segala sesuatunya memang bersumber padaNya. Dalam prosesnya, tidak ada satupun sanggahan dalam pikiran saya akan kebenaran yang ada padaNya.
Saat ini, datang seseorang yang pasti sudah dikirim oleh Dia untuk lebih menguatkan apa yang telah saya pahami, lebih meyakinkan saya bahwa memang jalan itu yang harus saya ikuti. Ya Alloh kau sangat menyayangiku, Kau berikan semua kemudahan untuk selamat didunia dan diakhiratMu, Kau menyadarkanku bahwa hal ini bukanlah untuk saya simpan sendiri, Kau terus membuatku berpikir akan pentingnya aku berada di dunia, dan Kau terus membuatku bahagia berada di jalanMu.
Dan Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah…
Sepertinya tidak akan pernah cukup untuk menggambarkan kebahagiaanky saat ini.
Ya Alloh, ridhoMu yang selalu ku harapkan dalam setiap langkahku
Ya Alloh, semoga tidak ada kemunafikan dalam setiap doaku
21/12/11
Kuliah Pagi
Mungkin bagi sebagian orang kuliah pagi merupakan hal yang paling menyebalkan. Karena selain harus menahan ngantuk dengan bangun pagi-pagi, lalu lintas pagi pun tak kalah menguras tenga. Bisa beruntung jika dosen tidak memberikan waktu maksimal mahasiswa masuk kelas, alias boleh masuk meski terlambat. Tapi yang paling bikin kesal ketika kita sudah bersusah payah bangun pagi, ngejar angkot, dan lari-lari menuju kelas, tapi terlambat 5 menit setelah dosen masuk dan tidak diijinkan mengikuti kelas nya. Hwaaaaaa…
Tapi bagi saya kuliah pagi ini sangat menyenangkan dan saya tunggu-tunggu tiap minggunya. Hal yang membuat saya tidak pernah mengantuk saat pelajaran pagi itu adalah karena dosennya yang mengajar dengan santai tapi masih serius. Meskipun kadang masih ada materi yang disampaikannya belum dapat saya mengerti, tapi beliau selalu memberikan kesempatan untuk bertanya dan menjelaskan materi yang masih belum dimengerti.
Tapi hal yang paling menyenangkan adalah selain memberikan materi kuliah, beliau juga tak jarang memberikan kita pengetahuan tentang kehidupan dan cara pandang dari sisi yang berbeda dalam menghadapi masalah--khususnya masalah di negeri ini.
Tak janrang waktu kuliah dua jam, sebagian besar dihabiskan untuk menceritakan pandangan-pandangannya tentang masalah yang sedang terjadi. Mulai dari masalah sampah, pelayanan masyarakat, iptek, sampai masalah project angkatan perang yang sangat rahasia.
Beliau sangat luar biasa, pengalamannya hidup di luar negeri dapat sangat menginspirasi. Seharusnya kita mengadopsi semua sisi baik yang ada disana, dan saya rasa dukungan teknologi sudah sangat tersedia untuk itu. Yang tidak ada hanyalah kemauan dari “mereka” yang selalu mengatasnamakan rakyat dalam setiap tindakannya. Hehehe,,,
Hal yang paling sering beliau “keluhkan” dan yang menjadi pemikiran saya dari dulu adalah sistem pembayaran yang bertele-tele. Setiap akan membayar sesuatu, baik tagihan listrik, telpon, pajak dan lain-lain kita harus menghabiskan waktu untuk mengantri. Itu kan mengurangi produktifitas, disaat orang harusnya bekerja ini malah disibukan dengan urusan antri-mengantri. Gimana negara ini mau maju?!?!?!?!?
Mau taat hukum aja harus repot, gimana yang ga taat hukum ya????hehehe
*untuk fihak-fihak yang merasa tersinggung, mohon saya dimaafkan. Ini hanya sedikit celoteh sebelum tidur
20/01/11
Keluarga
Kehidupan memang tak semudah yang saya bayangkan, banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan dengan “jauh” dari orang tua. Meski sebelumnya saya juga sudah terbiasa untuk selalu menghadapi masalah sendiri. Saya bukan tipe orang yang senang menceritakan apa yang saya alami pada keluarga. Bukannya tidak percaya, bukannya merendahkan mereka, tapi yang saya pikirkan adalah mereka tidak hanya memikirkan masalah saya (apalagi ibu). Saya hanya ingin berbagi kesenangan saja pada mereka, jangan tambah bebannya dengan memikirkan kesulitan yang saya alami. Itu yang selalu ada dalam pikiran saya yang membuat saya tidak pernah menceritakan apapun pada keluarga, selain lelucon…..hehehehe
Sejak jauh dari orang tua, banyak sekali hal yang saya alami. Sekarang saya baru bisa merasakan bagaimana caranya mengurus diri sendiri, bagaimana bingungnya memikirkan makanan apa yang harus saya makan nanti. Tapi itu hanyalah secuil masalah yang tidak perlu dipikirkan hingga bikin kepala botak. Seorang sahabat pernah mengatakan ini pada saya ketika saya “mogok” makan, “itu tuh cuma hal kecil, masih banyak hal yang lebih penting yang harus dipikirkan”. Bener banget,,,itu emang hal kecil. Masih banyak tantangan dunia yang siap menggerus kita jika kita tidak waspada. Banyak “kadal-kadal” berkeliaran, kebanyakan berbisa dan siap menghantam kita. Para penjilat ulung yang paling bisa membodohi orang-orang kecil macam kita….hehehehe (biar ada temennya gitu :P). ya sudahlah,,kita balik lagi ke masalah saya.
Teguran-teguran kerasnya membuat saya belajar, dulu saya yang manja (meskipun saya ga ngerasa begitu) mulai bisa melihat kenyataan. Mulai bisa belajar apa artinya hidup, apa artinya berusaha, apa artinya bersyukur. “cinta” nya yang tulus untuk saya membuat dia terus-menerus mengingatkan saya walau dengan cara yang kurang saya suka. Tapi mingkin dengan cara seperti itu baru bisa masuk ke alam pikiran saya dan membuat saya mengerti. Caranya memang aneh, dan kadang bikin saya bingung. Tapi lama-kalamaan saya mulai bisa membaca dan menanggapi tegurannya.
Rasa syujur harusnya tidak pernah berhenti membasahi bibir saya. Satu lagi keluarga yang selalu mengingatkan saya ada dekat saya.
Terimakasih ya Alloh,,untuk saudari yang telah menjadi salah satu berkah dalam hidup saya. Semoga dia selalu mendapatkan lindungan-Nya. Amin
*untuk saudariku,,, love you




