Tampilkan postingan dengan label Pelajaran Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran Hidup. Tampilkan semua postingan

07/08/13

Blow Some Pure Full (My verry Blessing Ramadhan)


Banyak kejadian yang terjadi dalam hidup saya, yang membuat saya semakin dewasa dalam menghadapi kehidupan dan permasalahannya. Banyak kejadian pahit, tapi lebih dari itu lebih banyak lagi kejadian manisnya. Kejadian-kejadian yang membuat saya berpikir dan terus membenahi diri untuk dapat lebih baik lagi kedepannya.
Kehidupan orang lain, atau interaksi mereka dengan say adapt juga menjadi bahan pelajaran yang begitu berharga. Banyak makna yang dapat kita ambil bila kita mau berpikir.

Ramadhan Rush


Ramadhan memang selalu memberikan cerita yang berbeda dan istimewa setiap tahunnya. Seperti beberapa tahun lalu yang beramadhan dikota orang sampai cerita mudikpun pernah diberikan oleh ramadhan saya. Ramadhan kali ini memberikan pengalaman yang lain pula,,,

Ramadhan tahun ini terasa sangat berbeda, karena biasanya saya beramadhan dengan keluarga dan teman atau dengan teman saja—ketika saya sedang berada di kota orang. Tapi ramadhan kali ini saya hanya beramadhan dengan keluarga. Pasalnya beberapa bulan sebelum ramadhan, saya telah menyelesaikan pendidikan dan belum memulai pekerjaan baru. Jadilah hanya beramadhan dirumah dengan kegiatan yang itu-itu saja. Terasa bosan memang, tapi ya bagaimana lagi.

10/07/13

Bawang Putih

Beberapa bulan yang lalu, saya terserang flu yang paling lama yang pernah saya alami. Tidak tau karena kegiatan yang memakan banyak energy atau memang cuaca saat itu tidak mendukung ditambah kondisi tubuh yang tidak terlalu baik. Biasanya kalau kena flu kaya gini tiga hari aja udah mendingan, tapi ko ini seminggu masih ga ada tanda-tanda mau sembuh ya. 

09/07/13

Harmony

“when profession not just professionalism”


Biasalah malam senin kelabu, ga ada tontonan yang bagus. Secara ya sekarang saya sudah jadi pengangguran yang waktunya banyak dihabiskan dengan menyenangkan diri sendiri…hehehe. Eh tetiba lagi mindah-mindahin channel tipi nyantol di satu stasiun televisi baru, dan menayangkan film korea. Ya sudah, dari pada ga ada tontonan, jadilah film itu yang menemani malam senin saya.

23/06/13

Pilkada

Hari ini hari minggu, bertepatan dengan salah satu event besar yang terjadi di kota Bandung. Yupz pemilihan walikota dan wakilnya yang akan menjabat dan mengatur kota Bandung ini selama lima tahun kedepan. Event ini sedikit mengganggu rencana yang telah saya buat, karena saya lupa ada pilkada hari ini, tapi ya masih bisa ditolerilah.hehehe

Pagi ini, saya masih mengantuk tapi harus segera bangun dan mandi karena ibu sudah memanggil-manggil untuk berangkat ke TPS bersama-sama—kenapa harus sama-sama coba? Kenapa harus pagi-pagi juga?—padahal biasanya kalau saya sendiri lebih memilih dimenit-menit terakhir.hehehe

15/06/13

Pintar saja tidak cukup

Hmm,,,beberapa bulan setelah wisuda dan menerima ijasah adalah saat-saat yang paling galau sedunia. Sudah tidak ada lagi alasan untuk pergi kemana-mana tanpa tujuan, setiap ketemu orang pasti ditanya “udah kerja dimana?”, apakah orang-orang tidak mengerti bahwa pertanyaan yang mereka ajukan bagian dari beban tambahan yang diberikan pada kami “pengangguran intelek” ini. Apa lagi kalau kita dikenal sebagai salah satu orang yang dianugrahi otak diatas rata-rata—pinjen istilah projek orang..hehehe—hal itu semakin menambah beban pikiran dan membuat kita tambah galau. Selain sisi positifnya kita terus terpacu untuk terus berusaha, ya berusaha lamar sana-sini, milih-milih juga sih. Jangan sampai mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan passion kita, karena sedikit banyak hal tersebut akan mempengaruhi kinerja kita nantinya.

25/05/13

Perjuangan

Berapa banyak sih cerita perjuangan anak-anak untuk bersekolah yang pernah kita dengar. Berapa banyak cerita perjuangan untuk dapat hidup lebih layak yang pernah kita saksikan. Berapa banyak cerita kesuksesan dari seseorang yang dulunya bukan apa-apa yang pernah menjadi inspirasi kita?
Tapi, berapa banyak dari cerita itu yang kita dapat terlibat didalamnya? Ya memang tidak menjadi tokoh utama, tapi paling tidak kita menjadi tokoh pendukung yang selalu ada dekat dengan tokoh utama. 

21/01/13

Tak ada hukum tertinggi untuk kasus “sederhana”

Beberapa hari yang lalu saya mendampingi teman untuk melakukan pengaduan ke pihak berwajib. Dia tersandung kasus penipuan yang mengkibatkan kerugian materil beberapa teman. 


Jadi ceritanya begini, teman saya ini sudah bebrapa lama menekuni usaha berjualan online. Alhamdulillah dari hasil usahanya dia dapat membiayai kehidupannya selama berkuliah diluar kota. Hari itu jumat, ada seseorang yang menghubunginya dengan maksud ingin memesan barang. Tidak berapa lama orang itu mengabarkan bahwa biaya untuk pembelian barang tersebut sudah di transfer ke rekening teman saya dan meminta teman saya untuk memeriksanya.  Karena hari itu sudah sore, teman saya aga malas untuk pergi ke atm. Tapi, sang pemesan mendesaknya untuk segera memeriksa rekeningnya dengan alasan rekening yang digunakan untuk melakukan transaksi adalah rekening kantornya.

27/10/12

Another 1st time story


Wow,,,lama banget ga posting. Oklah coba kita mulai lagi dengan sesuatu yang telah saya alami beberapa bulan kebelakang. New day, new story, new experience

Banyak orang yang hadir dan berlalu begitu saja dalam hidup saya, banyak yang berbekas dan memberikan banyak pelajaran untuk pendewasaan diri—meski bekasnya bikin sakit kalau diingat…hehehe. Beberapa orang memang berhasil “menguasai” hati saya pada saat itu, dan berhasil membuat saya memberikan “keistimewaan” padanya, tapi ternyata apa yang saya lakukan saat itu adalah sebuah kesalahan. Namun, orang kan belajar dari kesalahan. Tidak ada seorangpun yang berhasil tanpa melalui kesalahan. Hal itu benar-benar membuat saya belajar, belajar untuk memperlakukan semua orang sama—no leveling—dan yang terburuk saya lebih tidak peduli dengan siapapun lebih dari sebelumnya.

26/06/12

Share

Selalu saja ada yang dapat saya pelajari dari teman-teman di ciroyom. Sore itu saya datang sedikit terlambat, kegiatan sudah dimulai. Sambil berjalan menuju kumpulan adik-adik yang sedang asik mewarnai, salah seorang kaka relawan menghampiri saya dan menawarkan coklat—coklatnya banyak banget, tadinya mau ngambil banyak…hahaha. Kemudian duduklah saya dekat salah satu anak, tiba-tiba Ita menghampiri dan minta ditemani mewarnai. Tidak lama, Ajay dengan membawa meja mendekati saya. Dia ingin menunjukan kebisaannya mewarnai didepan saya,,,hehehe. Kemudian seorang anak menghampiri saya dengan membawa coklat—kayanya Ridwan deh—setelah memotong coklat yang ada ditangannya, dia memberikan potongan coklat itu pada saya. “ka, ini buat kaka.”, “udah ko, saya udah dapet”. Mendengar perkataan saya itu, dia tetap memaksa. “Engga ka, tadi dia udah satu, aku satu, satu lagi buat kaka”. Sambil tersenyum, saya mengambil potongan coklat dari tangannya.

Subhanalloh, anak seperti mereka saja masih ada rasa peduli untuk berbagi dengan kita. Mereka tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, mereka masih tau bahwa hidup ini adalah tentang berbagi. Salut saya de…

19/06/12

Kirchhoff Voltage Law

Cara ke dua, dengan KVL

 

  1. Tentukan berapa banyak loop yang melalui rangkaian tersebut
  2. Tentukan arah loop
  3. Tentukan arah arus
    PENTING! ARAH LOOP TIDAK SAMA DENGAN ARAH ARUS
    dalam pembahasan ini, arah arus bersesuaian dengan arah loop

09/06/12

The Story Teller

Saya ingin membahagiakan ibu, saya ingin membahagiakan bapak...pernah saya nangis di depan ibu, waktu itu saya ingat bahwa surga ada dibawah telapak kaki ibu
Itulah cuplikan cerita yang dibawakan oleh Yadi. Dengan tidak sabar, dia terus menanyakan apakah kakak-kakak sudah siap untuk mendengarkan cerita dia. Rasa percaya diri yang ada dalam dirinya membawa dia terus membacakan cerita yang ada dalam kertas tersebut--tadi sore, kak Dila menginformasikan adanya lomba menulis. Dan ternyata itu hanya fiktif, karena Yadi tidak dapat membaca dan menulis. Jadi semua yang keluar dari mulutnya adalah apa yang ada di benaknya saat itu. Dia hanya ingin bercerita.
Namun satu hal, dia merupakan pendengar yang baik. Sepertinya dia dapat merekam apa saja yang dibacakan kakak-kakak untuk dirinya. Dia sangat suka berbicara, setiap ada kesempatan pasti tampil untuk menunjukan kebisaannya. Dia juga ingin mengikuti salah satu ajang pencarian bakat yang menuntut pesertanya untuk dapat berbicara didepan umum.

08/05/12

Tempat itu bernama "Rumah Belajar"

Sebagai seorang mahasiswa—strata pelajar paling tinggi—rasanya kurang bijaksana jika pengetahuan yang dimiliki hanya untuk konsumsi pribadi saja. Ada beberapa faktor yang membuat orang enggan utnuk menyampaikan apa yang dia ketahui—dalam hal ini pemahaman dalam pelajaran—pada  orang lain. Diantaranya adalah kurangnya kepercayaan diri akan kemampuan yang dimiliki, selain itu ada juga masalah komunikasi. Kedua hal itulah yang saya alami. Kurang percaya diri, menjadi penyebab utama untuk tidak mencoba suatu hal. Kekhawatiran akan kegagalan menjadi penghalang, tapi katanya “Tugas kita hanyalah mencoba, karena dalam mencoba kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil”. Salah satu kalimat inspiratif…

Maka dari itu, saya putuskan untuk dapat sedikit berbagi dengan saudara-saudara yang tidak seberuntung saya dalam hal pendidikan. Harta, saya belum punya, jabatan,,makhluk apa itu?. Tenaga, kadang masih minta tolong orang juga, pikiran,,terlalu banyak hal yang hanya saya pikirkan. Ok, perlu suatu tekad dan niat yang kuat dalam hati untuk menjalankan amanah yang satu ini. Dengan Bismillah, akhirnya saya langkahkan kaki ini untuk mengambil tindakan nyata membantu saudara-saudara saya itu.

Pergilah saya ke salah satu kawasan pasar yang ada di tengah kota Bandung. Dari informasi yang saya dapatkan dari sana sini, di atap pasar itu ada teman-teman yang terbiasa berbagi ilmu. Mereka berbagi dengan anak-anak jalanan, yang masih sangat bersemangat untuk belajar. Semangat mereka tinggi, meski waktu mereka tidak banyak untuk belajar. Kebutuhan ekonomi mendesak untuk berhenti sekolah dan bekerja demi terus dapat menjalani hidup.

29/04/12

Manfaat


qt hrs cari cara pin
supaya qt bs bermanfaat buat org byk
:">

Lagi-lagi dunia kanan saya memberikan semangat untuk berbuat lebih dari dirinya. Seperti yang dikatakannya, semuanya baru sekedar niat dan itu menjadi trigger saya untuk membuatnya tidak berakhir hanya sebagai niat.

Setelah perbincangan itu, saya mencari-cari beberapa referensi kegiatan sosial yang dapat dilakukan untuk membuat diri lebih bermanfaat untuk orang banyak. Sampai akhirnya—lagi-lagi dari dia—ketemulah yang namanya rumah belajar, yang lebih dikenal dengan nama rumbel. Kegiatan disana dikhususkan untuk memberikan pengajaran kepada anak-anak jalanan--semacam sekolah gitu. Letaknya cukup jauh dari daerah saya tinggal, disalah satu pasar dikota saya. Tempatnya pun sangat jarang saya lewati, dan untuk memastikan tempatnya saya googling dan bertanya sana-sini. Alhamdulillah, dengan sedikit meraba-raba akhirnya dapat saya pastikan tempat itu berada di salah satu daerah dekat pusat kota—meskipun saya belum tau persis dimana tempatnya. 

Keesokan harinya, saya berangkat menuju tempat itu—meski awalnya sedikit ragu dan takut,  karena menurut salah satu blog yang menceritakannya menginformasikan bahwa tempat itu akan direlokasi entah kemana. Dan ketakutan muncul karena itu merupakan salah satu daerah rawan, tapi Bismilah deh. Kalau niat kita baik, insyaAlloh akan dimudahkan jalannya.

18/02/12

Heran


Terkadang kita tidak menyadari apa yang telah kita lakukan, apakah itu baik atau buruk. Semuanya hanyalah pandangan dari satu sisi saja, ya pandangan dari si pelakunya. Hal-hal baik yang kita lakukan berdasarkan pandangan kita saja, belum tentu mendapatkan respon yang baik dari orang lain. Bisa jadi orang malah berpikir sebaliknya dan menganggap kita terlalu ikut campur akan suatu hal yang tidak secara langsung kita terlibat didalamnya. 

17/02/12

New Spirit from a "Stranger"


Semangat, courage atau apapunlah yang disebut sebagai rasa untuk meningkatkan “passion” akan suatu hal dapat datang dari mana saja. Keluarga, sahabat, teman, orang yang baru dikenal, bahkan dari orang asing sekalipun. Yang paling seru adalah ketika semangat itu datang dari orang asing, ya sebenarnya hal itu lebih kepada bagaimana cara kita memandang suatu hal. Karena memang kita diberikan kemampuan berpikir untuk mengamati apa yang ada disekitar kita—ya pokonya teorinya seperti itu.

09/02/12

Khusnudzon

Jadi terinspirasi untuk nulisin hal ini…

Sebelumnya saya menganggap hal ini bukanlah hal besar dan tidak perlu dibesar-besarkan. Tapi ternyata anggapan itu salah, tidak semua orang berpikiran seperti itu—telat nyadar.

Beberapa orang beranggapan sangat positif terhadap hidupnya dan yang lainnya beranggapan sebaliknya. Ada orang yang terlalu positif dan ada juga yang terlalu negative. Ya saya salah satu golongan yang pertama, selalu menganggap positif akan segala hal. Saya pikir itu baik—biasa pengaruh bacaan, doktrinasi tanpa sadar—berpikir positif akan lebih membuat kita sehat. Tidak perlu repot-repot memikirkan pandangan buruk orang terhadap diri kita. Tidak perlu berpura-pura berlaku baik untuk mendapatkan simpati orang lain. Cukuplah dengan kesederhanaan dan ketulusan dalam setiap apa yang dilakukan.

Saya selalu berpikiran setiap orang itu baik, dan tidak ada salahnya untuk berlaku baik terhadap mereka. Jadi inget obrolan dengan seseorang, “fitrah manusia itu adalah mengakui kebaikan” –yang lainnya ga perlu dibahas disini karna akan sangat panjang…hehehe. Jadi bener dong kalau kita berlaku baik pada semua orang, bahkan orang yang baru kita temui untuk pertama kalinya. Karena fitrahnya itu, saya tidak peduli orang tersebut berlaku buruk pada orang lain selama dia tidak mengganggu dan merugikan saya, saya tetap akan berlaku baik pada nya. Perlakuan baik itu tidak perlu dijadikan patokan bahwa orang lain harus berlaku baik pula terhadap kita. Banyak factor yang menyebabkan mereka tidak mengapresiasi dengan semestinya terhadap apa yang telah kita lakukan. Tapi ya sudahlah setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda untuk apa yang mereka lakukan. Bagi saya, bila ada orang yang tidak mengapresiasi apa yang saya lakukan, maka cukuplah khusnudzon saya teradap mereka.

27/12/11

Thanks God I’m in your way

Alhamdulillah

Kayanya belum cukup deh untuk mencurahkan apa yang saya rasakan sekarang. Sudah sebegitu banyak nikmat yang Dia berikan pada saya, sudah begitu banyak kebahagiaan yang Dia limpahkan dalam hidup saya. Dan hal yang paling membuat saya bahagia adalah menemukan diri saya berada di jalanNya. Saya bukanlah anak dari keluarga dengan latar belakang agama yang kuat, saya bukan juga seorang anak yang “dipaksa” orang tua untuk belajar agama di pesantren, dan saya juga bukan seorang aktifis dakwah yang selalu berada dibarisan depan. Saya hanyalah seorang anak biasa, mungkin lebih tepatnya saya hanya seseorang yang selalu menerima apa yang diberikan orang lain untuk saya. Hmm, bentuk kepasrahan yang tidak berdasar…

Saya mengenal agama hanya dari ritual-ritual yang orang tua saya lakukan, tanpa bertanya lebih lanjut mengapa kita perlu untuk melakukan hal tersebut. Yang saya tau hanyalah bahwa kehidupan kita ada yang mengatur, dan kepada pengatur itulah kita harus menyembah. Paradigma seperti itu terus tertanam dengan suburnya sampai saya berada di bangku SMP, saya masih berpegang teguh pada yang saya yakini bahwa saya harus melaksanakan kewajiban sholat lima waktu dalam sehari tanpa paham esensi dari sholat itu sendiri.

Beranjak SMA pikiran saya masih dipenuhi dengan orientasi keduniawian, saya ingin menjadi popular disekolah, saya ingin memiliki banyak teman, saya ingin semua orang tau bahwa saya ada. Namun yang terjadi bukan itu, saya masih menjadi siswa nomor,,, entahlah nomor berapa intinya saya tidak popular. Tapi saya mendapatkan sesuatu yang lebih penting dari itu. Saya terus dijaga oleh Alloh, penjaga dari segala penjaga.

Memang saya tidak popular, tapi itu yang Alloh pantaskan untuk saya, teman saya tidak begitu banyak, tapi Alloh pantaskan mereka untuk menjadi jalan saya menemukan jalanNya.

Dalam pergaulan dengan mereka, kita bukanlah termasuk anak-anak rokhis yang selalu aktif dengan kajian tiap minggu. Tapi Alhamdulillah kami tidak pernah meninggalkan yang lima, kemanapun kami pergi pasti mengutamakan hal itu. Dan, “panggilan” untuk mendapatkan nutrisi hati pun datang dengan sendirinya. Entah memang kebutuhan akan hal itu sudah mendesak atau, entahlah saya kadang tidak mengerti. Tapi mungkin itu hidayah Alloh, makin cinta padaMu ya Alloh

Tanpa saya sadari, pencarian akan jalan Alloh terus berlanjut. Meskipun saya tidak menyadarinya, tapi hati ini terus mencari kebenaran akan jalanNya. Ternyata semuanya sangat logis dan tidak ada yang bertentangan dengan pemikiran saya. Segala sesuatunya memang bersumber padaNya. Dalam prosesnya, tidak ada satupun sanggahan dalam pikiran saya akan kebenaran yang ada padaNya.

Saat ini, datang seseorang yang pasti sudah dikirim oleh Dia untuk lebih menguatkan apa yang telah saya pahami, lebih meyakinkan saya bahwa memang jalan itu yang harus saya ikuti. Ya Alloh kau sangat menyayangiku, Kau berikan semua kemudahan untuk selamat didunia dan diakhiratMu, Kau menyadarkanku bahwa hal ini bukanlah untuk saya simpan sendiri, Kau terus membuatku berpikir akan pentingnya aku berada di dunia, dan Kau terus membuatku bahagia berada di jalanMu.

Dan Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah…
Sepertinya tidak akan pernah cukup untuk menggambarkan kebahagiaanky saat ini.
Ya Alloh, ridhoMu yang selalu ku harapkan dalam setiap langkahku
Ya Alloh, semoga tidak ada kemunafikan dalam setiap doaku

21/12/11

Kuliah Pagi

Mungkin bagi sebagian orang kuliah pagi merupakan hal yang paling menyebalkan. Karena selain harus menahan ngantuk dengan bangun pagi-pagi, lalu lintas pagi pun tak kalah menguras tenga. Bisa beruntung jika dosen tidak memberikan waktu maksimal mahasiswa masuk kelas, alias boleh masuk meski terlambat. Tapi yang paling bikin kesal ketika kita sudah bersusah payah bangun pagi, ngejar angkot, dan lari-lari menuju kelas, tapi terlambat 5 menit setelah dosen masuk dan tidak diijinkan mengikuti kelas nya. Hwaaaaaa…

Tapi bagi saya kuliah pagi ini sangat menyenangkan dan saya tunggu-tunggu tiap minggunya. Hal yang membuat saya tidak pernah mengantuk saat pelajaran pagi itu adalah karena dosennya yang mengajar dengan santai tapi masih serius. Meskipun kadang masih ada materi yang disampaikannya belum dapat saya mengerti, tapi beliau selalu memberikan kesempatan untuk bertanya dan menjelaskan materi yang masih belum dimengerti.

Tapi hal yang paling menyenangkan adalah selain memberikan materi kuliah, beliau juga tak jarang memberikan kita pengetahuan tentang kehidupan dan cara pandang dari sisi yang berbeda dalam menghadapi masalah--khususnya masalah di negeri ini.

Tak janrang waktu kuliah dua jam, sebagian besar dihabiskan untuk menceritakan pandangan-pandangannya tentang masalah yang sedang terjadi. Mulai dari masalah sampah, pelayanan masyarakat, iptek, sampai masalah project angkatan perang yang sangat rahasia.

Beliau sangat luar biasa, pengalamannya hidup di luar negeri dapat sangat menginspirasi. Seharusnya kita mengadopsi semua sisi baik yang ada disana, dan saya rasa dukungan teknologi sudah sangat tersedia untuk itu. Yang tidak ada hanyalah kemauan dari “mereka” yang selalu mengatasnamakan rakyat dalam setiap tindakannya. Hehehe,,,

Hal yang paling sering beliau “keluhkan” dan yang menjadi pemikiran saya dari dulu adalah sistem pembayaran yang bertele-tele. Setiap akan membayar sesuatu, baik tagihan listrik, telpon, pajak dan lain-lain kita harus menghabiskan waktu untuk mengantri. Itu kan mengurangi produktifitas, disaat orang harusnya bekerja ini malah disibukan dengan urusan antri-mengantri. Gimana negara ini mau maju?!?!?!?!?

Mau taat hukum aja harus repot, gimana yang ga taat hukum ya????hehehe

*untuk fihak-fihak yang merasa tersinggung, mohon saya dimaafkan. Ini hanya sedikit celoteh sebelum tidur

20/01/11

Keluarga

Subhanalloh, Alhamdulillah saya masih dikaruniai keluarga yang lengkap dan bahagia. Meskipun kadang-kadang terjadi pertengkaran kecil, tapi saya masih bersyukur memiliki keluarga yang utuh dan sempurna (versi saya).

Kehidupan memang tak semudah yang saya bayangkan, banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan dengan “jauh” dari orang tua. Meski sebelumnya saya juga sudah terbiasa untuk selalu menghadapi masalah sendiri. Saya bukan tipe orang yang senang menceritakan apa yang saya alami pada keluarga. Bukannya tidak percaya, bukannya merendahkan mereka, tapi yang saya pikirkan adalah mereka tidak hanya memikirkan masalah saya (apalagi ibu). Saya hanya ingin berbagi kesenangan saja pada mereka, jangan tambah bebannya dengan memikirkan kesulitan yang saya alami. Itu yang selalu ada dalam pikiran saya yang membuat saya tidak pernah menceritakan apapun pada keluarga, selain lelucon…..hehehehe

Sejak jauh dari orang tua, banyak sekali hal yang saya alami. Sekarang saya baru bisa merasakan bagaimana caranya mengurus diri sendiri, bagaimana bingungnya memikirkan makanan apa yang harus saya makan nanti. Tapi itu hanyalah secuil masalah yang tidak perlu dipikirkan hingga bikin kepala botak. Seorang sahabat pernah mengatakan ini pada saya ketika saya “mogok” makan, “itu tuh cuma hal kecil, masih banyak hal yang lebih penting yang harus dipikirkan”. Bener banget,,,itu emang hal kecil. Masih banyak tantangan dunia yang siap menggerus kita jika kita tidak waspada. Banyak “kadal-kadal” berkeliaran, kebanyakan berbisa dan siap menghantam kita. Para penjilat ulung yang paling bisa membodohi orang-orang kecil macam kita….hehehehe (biar ada temennya gitu :P). ya sudahlah,,kita balik lagi ke masalah saya.

Teguran-teguran kerasnya membuat saya belajar, dulu saya yang manja (meskipun saya ga ngerasa begitu) mulai bisa melihat kenyataan. Mulai bisa belajar apa artinya hidup, apa artinya berusaha, apa artinya bersyukur. “cinta” nya yang tulus untuk saya membuat dia terus-menerus mengingatkan saya walau dengan cara yang kurang saya suka. Tapi mingkin dengan cara seperti itu baru bisa masuk ke alam pikiran saya dan membuat saya mengerti. Caranya memang aneh, dan kadang bikin saya bingung. Tapi lama-kalamaan saya mulai bisa membaca dan menanggapi tegurannya.
Rasa syujur harusnya tidak pernah berhenti membasahi bibir saya. Satu lagi keluarga yang selalu mengingatkan saya ada dekat saya.

Terimakasih ya Alloh,,untuk saudari yang telah menjadi salah satu berkah dalam hidup saya. Semoga dia selalu mendapatkan lindungan-Nya. Amin

*untuk saudariku,,, love you