Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

25/01/14

Surga, Neraka bukan cuma dongeng kawan...

Kemarin, waktu membaca terjemahan quran juz 27 saya benar-benar dibuat merinding dan menangis sejadi-jadinya. Disana banyak diceritakan tentang keindahan dan kenikmatan surga, tidak lupa juga bagaimana sengsaranya siksaan dineraka.

07/08/13

Blow Some Pure Full (My verry Blessing Ramadhan)


Banyak kejadian yang terjadi dalam hidup saya, yang membuat saya semakin dewasa dalam menghadapi kehidupan dan permasalahannya. Banyak kejadian pahit, tapi lebih dari itu lebih banyak lagi kejadian manisnya. Kejadian-kejadian yang membuat saya berpikir dan terus membenahi diri untuk dapat lebih baik lagi kedepannya.
Kehidupan orang lain, atau interaksi mereka dengan say adapt juga menjadi bahan pelajaran yang begitu berharga. Banyak makna yang dapat kita ambil bila kita mau berpikir.

23/06/13

Pilkada

Hari ini hari minggu, bertepatan dengan salah satu event besar yang terjadi di kota Bandung. Yupz pemilihan walikota dan wakilnya yang akan menjabat dan mengatur kota Bandung ini selama lima tahun kedepan. Event ini sedikit mengganggu rencana yang telah saya buat, karena saya lupa ada pilkada hari ini, tapi ya masih bisa ditolerilah.hehehe

Pagi ini, saya masih mengantuk tapi harus segera bangun dan mandi karena ibu sudah memanggil-manggil untuk berangkat ke TPS bersama-sama—kenapa harus sama-sama coba? Kenapa harus pagi-pagi juga?—padahal biasanya kalau saya sendiri lebih memilih dimenit-menit terakhir.hehehe

25/05/13

Perjuangan

Berapa banyak sih cerita perjuangan anak-anak untuk bersekolah yang pernah kita dengar. Berapa banyak cerita perjuangan untuk dapat hidup lebih layak yang pernah kita saksikan. Berapa banyak cerita kesuksesan dari seseorang yang dulunya bukan apa-apa yang pernah menjadi inspirasi kita?
Tapi, berapa banyak dari cerita itu yang kita dapat terlibat didalamnya? Ya memang tidak menjadi tokoh utama, tapi paling tidak kita menjadi tokoh pendukung yang selalu ada dekat dengan tokoh utama. 

21/01/13

Tak ada hukum tertinggi untuk kasus “sederhana”

Beberapa hari yang lalu saya mendampingi teman untuk melakukan pengaduan ke pihak berwajib. Dia tersandung kasus penipuan yang mengkibatkan kerugian materil beberapa teman. 


Jadi ceritanya begini, teman saya ini sudah bebrapa lama menekuni usaha berjualan online. Alhamdulillah dari hasil usahanya dia dapat membiayai kehidupannya selama berkuliah diluar kota. Hari itu jumat, ada seseorang yang menghubunginya dengan maksud ingin memesan barang. Tidak berapa lama orang itu mengabarkan bahwa biaya untuk pembelian barang tersebut sudah di transfer ke rekening teman saya dan meminta teman saya untuk memeriksanya.  Karena hari itu sudah sore, teman saya aga malas untuk pergi ke atm. Tapi, sang pemesan mendesaknya untuk segera memeriksa rekeningnya dengan alasan rekening yang digunakan untuk melakukan transaksi adalah rekening kantornya.

09/06/12

The Story Teller

Saya ingin membahagiakan ibu, saya ingin membahagiakan bapak...pernah saya nangis di depan ibu, waktu itu saya ingat bahwa surga ada dibawah telapak kaki ibu
Itulah cuplikan cerita yang dibawakan oleh Yadi. Dengan tidak sabar, dia terus menanyakan apakah kakak-kakak sudah siap untuk mendengarkan cerita dia. Rasa percaya diri yang ada dalam dirinya membawa dia terus membacakan cerita yang ada dalam kertas tersebut--tadi sore, kak Dila menginformasikan adanya lomba menulis. Dan ternyata itu hanya fiktif, karena Yadi tidak dapat membaca dan menulis. Jadi semua yang keluar dari mulutnya adalah apa yang ada di benaknya saat itu. Dia hanya ingin bercerita.
Namun satu hal, dia merupakan pendengar yang baik. Sepertinya dia dapat merekam apa saja yang dibacakan kakak-kakak untuk dirinya. Dia sangat suka berbicara, setiap ada kesempatan pasti tampil untuk menunjukan kebisaannya. Dia juga ingin mengikuti salah satu ajang pencarian bakat yang menuntut pesertanya untuk dapat berbicara didepan umum.

01/06/12

Strength

You loved me ‘cause’ I’m fragile
when I thought that I was strong
but You touch me for a little while
all my fragile strength is gone
(Sara Bereilles – Gravity)

Haduh, hanya karena liat liriknya di lapak sebelah jadi suka banget sama lagu ini. Kasian si Sara nya disuruh ngulang-ngulang lagu ini terus…hehehe

Setiap kita pasti pernah berada pada kondisi sangat rapuh, tapi merasa masih dapat melakukan hal benar. Saat pikiran dan perasaan tidak sanggup menghadapi keadaan, keinginan terbesar adalah lari dari kenyataan dan menganggap itu benar. Sering banget merasa seperti itu, semua masalah yang dihadapi seakan tidak pernah berhenti dan seperti tidak pernah ada penyelesaian. Merasa sangat lelah karena hanya berjuang sendiri, merasa sangat kecewa karena tidak dapat berbuat banyak. Dan yang paling menyebalkan adalah merasa sendiri—perasaan seperti ini membuat kita buta akan penderitaan orang lain.

Sebenarnya hidup ini sangat manis, namun banyak hal yang mempengaruhi pikiran yang menjadikan hidup ini sulit dan berat. Tapi jangan lupa, ketika kita bersedia untuk menoleh sedikit—baik ke kanan atau ke kiri—maka akan kita dapatkan perjuangan lebih berat yang dilakukan orang sekitar kita. Ketika kita hanya fokus pada apa yang kita alami, merasa sangat tak berdaya, dan merasa diri ini tak “berguna”. Kita tidak akan pernah mengerti bahwa ternyata masih banyak orang yang membutuhkan diri yang tak “berguna” ini.

Dilain sisi, saya merasa apakah dengan mencoba melihat kebutuhan orang lain akan diri kita adalah sebagai pelarian akan masalah yang dihadapi? Saya masih berpikir seperti itu, dapat berada dengan orang lain sedikit banyak dapat mengalihkan saya akan persoalan yang ada. Bukan mencari solusi namun mencari kawan, bukan untuk berbagi, hanya sekedar menemani.

Hal yang paling besar adalah ketika kita merasa tidak ada lagi tempat untuk mengadu, hanya dekapan Dia yang maha agung yang dapat memberikan ketenangan. Seperti lirik lagu tadi “when You touch me for a little while, all my fragile strength is gone”, ketika semuanya dipasrahkan pada sang pemilik masalah, semua ketakutan itu hilang. Karena kita yakin Dia pasti selalu membantu, karena Dia tidak akan meninggalkan kita sendiri.

Maka, apakah kita masih hanya mendekati-Nya ketika kita rapuh?

05/05/12

Jam Tangan Baru

kanu buruk masing butuh, kanu anyar masing lebar
 
Pepatah sunda itu, kayanya sangat tepat untuk apa yang telah saya alami hari ini.
Tulisan ini dibuat bukan untuk pamer karena saya punya jam baru, tapi lebih kepada hikmah dibalik setiap kejadian dan setiap harta yang kita miliki.

Sudah bebrapa bulan ini, jam tangan yang saya miliki rusak. Entah karena batrenya habis, atau memang karena itu jam udah rusak. Maklum, salah satu benda bersejarah yang pernah saya punya—maksud bersejarah disini adalah karena ini jam emang udah lama jadi milik saya. Dan saya aga ragu untuk mengeceknya ke tukang jam, karena yang ditakutkan adalah kerusakan pada mesinnya. Karena memang sudah lama juga, dan sering kehujanan bahkan sering sekali terjatuh—pokonya nih jam udah sering melewati masa-masa sulit…hehehe.

Memang bukan jam bagus sih—read bermerk—dan itupun saya dapatkan dari ayah saya. Beliau memberikannya karena katanya lingkar jam nya kekecilan—haha,,ketauan, jam cowo :p. Tapi ya sudahlah ya, yang penting tuh fungsinya. Selain menjadi petunjuk waktu, jam ini juga sudah sekitar 5 tahun menjadi salah satu aksesoris yang “wajib” saya kenakan.hehehe

01/04/12

Tulus

Saya pernah mendengar seseorang mengatakan kalau dia mencintai seseorang seperti saudaranya sendiri. Memang apa yang dilakukannya menunjukan hal seperti itu, tapi apakah perlakuan itu dapat diterima oleh orang yang dia anggap seperti saudaranya sendiri itu? Entahlah, banyak orang yang berkata dan bertindak sesuai dengan yang dikehendakinya terutama dalam memperlakukan orang yang dia rasa dia cintai. Tapi apakah orang-orang seperti ini mengerti atau minimal mengetahui apa yang dirasakan oleh orang yang dia “cintai”?

Beberapa penelitian—gaya bahasanya, padahal hanya pengamatan dari orang-orang terdekat—membuktikan kebenaran akan istilah “cinta itu buta”. Ternyata hal itu ada didepan matan dan sangat nyata, yang dibahas disini bukanlah cinta antar lawan jenis melainkan cinta pada sesama manusia. Cinta itu buta, ya memang perasaan itu membutakan bila tidak disikapi dengan iman—makin gaya lagi nih  bahasanya…hehehe.

Terkadang secara tidak sadar, si pencinta (sebutlah begitu) akan merasa sangat memiliki orang yang dicintainya. Padahal setiap orang memiliki hal-hal yang bersifat pribadi yang tidak dapat dimasuki orang lain bahkan orang tuanya sendiri. Sisi dimana hanya dia dan sang pencipta yang mengetahuinya. Kadang jadi bingung apakah kita menjadi munafik ketika selalu bersikap manis pada orang yang mengaku “mencintai” diri kita. Karena tak jarang ketika mengutarakan dengan jujur apa yang dirasakan dan  bertolak belakang dengan yang diharapkan si pencinta, dia akan sangat marah dan membuat kita tidak nyaman dengan perlakuannya. Tapi ketika kita selalu setuju dengan “keinginannya” pasti akan membuat diri semakin “tersiksa”.

Ya, karena ketika cinta itu tidak didasarkan pada rasa syukur pada sang pemberi cinta yang ada hanyalah nafsu. Apapun bentuk nafsu itu, salah satunya adalah rasa memiliki yang terlalu berlebihan. Meskipun masih memberi kebebasan pada orang yang dicintai, tapi si pencinta selalu berusaha meyakinkan orang yang dicintainya untuk setuju dengan pemikirannya. Saya sebut itu dengan penjara tanpa sel, sebenarnya yang dipermainkan adalah pikiran kita.
Jadi teringat perumpamaan yang dibuat seseorang untuk hal ini, dia mengajukan pertanyaan yang dijawabnya sendiri..hehe

Kalau melihat bunga ditaman, apakah tidak ada keinginan untuk memetiknya dan menyimpannya dalam vas? Hingga setiap hari kita bisa menikmati keindahannya. Beberapa detik kemudian, dia jawab pertanyaan itu dengan senyum. Apa kita pikir bunga itu senang berada didalam vas?hahaha, kemudian dia melanjutkan. Memang di kedua tempat itu dia tetap akan mati, tapi jika bunga itu mati didalam vas dia mati sebagai terpenjara. Tapi jika di taman, memang tidak akan menambah masa hidupnya dan dia tetap akan mati. Tapi setidaknya dia mati dengan bebas, dengan semua manfaat yang pernah dia berikan pada sekitarnya, bukan hanya pada satu orang.

20/03/12

Kaca

Tadi sore tidak sengaja melihat tayangan yang membahas masalah kaca, jadi kepikiran untuk nulis karena memang ada sesuatu juga yang berhubungan dengan itu. 

Kaca merupakan salah satu bahan padat yang bening dan transparan, dengan titik leleh 2.000 derajat celsius. Dan ternyata, kaca telah digunakan dari berabad-abad lalu. Iseng juga melihat sekeliling, ternyata banyak sekali penggunaan kaca dirumah. Mulai dari kaca jendela, kaca meja, jam dinding, sampai kaca mata. Tapi bukan itu inti pembahasannya...hehehe

12/02/12

Reflection part 2

ya Alloh, ya Robb, luruskan niatku dalam setiap langkah yang ku ambil
semoga tidak ada kemunafikan dalam hatiku,
ketika aku memohon pertolongan dan ampunan dariMu





10/02/12

Bersyukur Ketika Sakit

Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa bila seseorang sedang sakit maka Alloh mengutus empat malaikat. Malaikat pertama diperintahkan untuk mengambil kekuatannya sehingga orang itu menjadi lemah, malaikat kedua diperintahkan untuk mengambil selera makannya, malaikat ketiga diperintahkan untuk mengambil cahaya wajahnya sehingga orang itu menjadi pucat mukanya dan malaikat keempat diperintahkan untuk mengambil dosa-dosanya.

Dan bila Alloh mengembalikan kesehatannya, maka Alloh hanya akan memerintahkan tiga malaikat pertama untuk mengembalikan apa yang telah diambil dari orang tersebut. Karena kemuliaan-Nya, Alloh tidak memerintahkan malaikat terakhir untuk mengembalikan apa yang telah diambilnya. Namun Alloh memerintahkannya untuk membuang dosa-dosa itu kelautan.

Maka dari itu, janganlah pernah berpikir bila kita sakit berarti Alloh sedang memberikan cobaan pada kita. Tapi sebaliknya, bila kita sakit berarti Alloh sangat menyayangi kita karena Dia membuang semua dosa-dosa kita. Dan apabila kita meninggal dalam keadaan sakit, berarti kita meninggal dalam keadaan suci.

Wallahualam bi sawab

01/01/12

Generasi Pemimpin Bobrok

Sering banget denger dosen bilang kalau kita adalah generasi pemimpin, ya memang benar sih. Karena siapa lagi yang akan melanjutkan pemerintahan dan semua sector yang ada kalau bikan kita manusia-manuasia “intelektual” yang selama bertahun-tahun makan bangku kuliah.hehehe

Tapi sebenernya miris juga dengan keadaan mahasiswa jaman sekarang--u know them so well lah. Berapa banyak sih mahasiswa yang orientasinya terhadap kemajuan dan keberhasilan bangsa dan negaranya? Presentasi nya lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang berorientasi akan kepentingan pribadi.

Coba tengok phenomena yang terjadi sekarang, banyak sekali ajang “instan”. Mulai dari pencarian bakat yang nantinya akan menjadi “penghibur”—yang nama kerennya entertain—sampai pencarian bakat untuk menjadi ustadz. Yang terakhir ini saya masih ga habis pikir, bukannya tugas dan kewajiban sebagai penyebar agama Alloh itu adalah kewajiban setiap umat, lah kenapa sekarang harus ada ajangnya??? Orientasinya apa??? Memang benar agar lebih mudah untuk diterima orang kita harus terkenal, ya setidaknya orang sudah ada apresiasi terhadap kita dari pertama kali melihat—maksudnya bila kita dikenal kan bisa lebih mudah masuk ke semua kalangan. Kalau memang orientasinya begitu saya sih setuju aja, tapi saya pernah denger juga salah seorang “kontestan” disalah satu ajang pencarian ustadz bilang kalau tugas dia hanyalah menyampaikan dan tentang penerimaan orang lain ya urusan masing-masing. Hmm,,hebat banget dia. Saya yang salah memahami sesuatu atau memang salah ya??

Dari phenomena itu saja sudah jelas kita lihat bahwa anak muda jaman sekarang tidak suka bekerja keras—meskipun alibi mereka mengatakan sebaliknya…hehehe. Mereka lebih senang mencari jalan pintas yang tidak banyak kerikil dan bertabur dengan bunga. Mengesampingkan kepentingan bersama demi ego pribadi. Wow—seperti ini yang nantinya akan menjadi pemimpin.

Dilingkungan kampuspun sama saja, sedikit sekali mahasiswa yang orientasi belajarnya untuk mendapatkan ilmu—yang lainnya berorientasi terhadap nilai. Padahal kan nilai itu akan mengikuti jika kita memang memiliki kapasitas dalam hal tertentu—ya mungkin memang tidak sekarang dirasakannya. Orang yang berorientasi belajar akan terus-terusan tersandung, karena dia “memaksakan” dirinya untuk mengerti akan suatu hal, tapi yang lainnya akan dengan mudah mendapatkan nilai baik karena mereka “memaksakan” diri untuk mendapatkan nilia. Orientasi yang berbeda akan menghasilkan output yang berbeda pula.

Pernah denger beberapa mahasiswa berbincang didepan madding, disana terpampang tugas yang harus dikerjakan sebelum liburan. Entah apa maksud dosen itu memberikan tugas seperti itu, mungkin tugasnya itu adalah tugas untuk satu kelas. Desela-sela obrolan, saya mendengar salah seorang mahasiswa bilang “yang pentingkan ada satu orang yang ngumpulin”. Ketawa geli banget denger tuh mahasiswa, kenapa dia ga berpikir kalau satu orang mahasiswa itu adalah dia? Kenapa dia harus menunggu orang lain? Kenapa dia menggantungkan “nasib”nya pada orang lain? Kenapa dia tidak mau berusaha bekerjasama dengan yang lain untuk mengerjakan tugas itu? Kenapa dia lebih memprioritaskan suatu hal yang tidak terlalu urgent? Itu yang akan menjadi pemimpin kita nanti…

Bayangkan seperti apa “hebat” nya Negara kita bila pemimpinnya seperti itu?

Saya bukan orang yang selalu benar dalam berorientasi terhadap suatu hal, tapi saya sedang belajar bagaimana menjadi pribadi yang benar mulai dari orientasi sampai pada implementasi. Saya juga tidak dapat merubah pandangan dan orientasi orang terhadap sesuatu—bukan kapasitas saya untuk membicarakan hal tersebut—karena pemikiran dan kesadaran diri hanya dapat dirubah oleh sang pemilik hati. Mungkin memang Dia menciptakan orang-orang seperti itu untuk menjadi pelajaran bagi kita yang selalu mengamati.

30/08/11

Kenangan Masa Kecil

Bandung, 28 Agustus 2011

Hari itu bertepatan dengan hari ke 28 Ramadhan 1432H. Hari pertama sahur dengan keluarga di tahun ini, ibu titip amanah untuk menitipkan infaq di masjid. Alhasil pagi itu saya pergi ke masjid dengan tujuan hanya menitipkan infaq. Namun, setelah menyampaikan amanah ibu saya melihat anak-anak yang dengan sabar dan antusias mengikuti acara kuliah subuh yang memang rutin di selenggarakan masjid setempat dari waktu saya kecil.

Dengan sedikit mengenang, saya duduk berlama-lama dalam masjid. Rasanya baru saja kemarin saya yang duduk di sini sambil menahan kantuk, sekarang saya mengenang masa itu dengan senyum. Betapa masa kecil yang indah, diisi dengan kegiatan yang bisa membuat saya bangga sekarang.

Ketika sedang asik melamun, saya dikagetkan oleh sapaan lembut seorang anak perempuan. Dia menanyakan nama saya dan dimana saya tinggal, dia sedikit heran melihat oranga yang tak dikenalnya.

Acara kuliah subuh pun dibuka oleh salah satu ustadz disana, yang juga guru saya. Entahlah, mungkin karena beliau melihat saya masih duduk disana, beliau sedikit bercerita tentang awal mula diadakannya kuliah subuh. Dan beliau pun memperkenalkan saya sebagai salah seorang santrinya, dengan sedikit malu saya menganggukan kepala tanda mengiyakan apa yang beliau sampaikan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap akhir bulan ramadhan kuliah subuh diisi dengan acara bagi-bagi hadiah untuk santri yang rain puasa dan kuliah subuh. Lagi-lagi saya mendapat kejutan, sang guru meminta saya memberika hadiah untuk salah seorang santri yang rajin. Sungguh tersanjung saya hari itu, ternyata beliau masih mengenal saya. Subhanallah, sebuah pelajaran lagi bagi saya yang terkadang mengacuhkan orang lain.

03/06/10

BIG QUESTION

Sudah beberapa tahun ini, saya menerapkan pada diri sendiri bahwa jangan melihat masalah hanya dari satu sudut pandang saja. Banyak aspek yang perlu menjadi pertimbangan untuk menyelesaikan masalah, mungkin second opinion juga bisa membantu menyelesaikannya.

Tapi dalam masalah ini, sepertinya dilihat dari sisi manapun tetap salah. ya, masalah ini adalah masalah serangan israel terhadap para relawan palestina. Warga negara namapun, dari agama apapun pasti mengutuk perbuatan keji tentara israel.

Kenapa sih????
Benar-benar melanggar hak asasi manusia,,,
Israel bilang, bantuan tidak diperlukan karena Palestina berada pada kondisi yang terkendali. Tidak ada kerusuhan, tidak ada yang perlu dibantu.

So What??????
Kalau kita ingin mengunjungi saudara kita, kenapa mesti dihalangi?
Kalau kita ingin berbagi perasaan dengan saudara kita, kenapa mesti dianggap penjahat?
Kenapa menghalangi masuk ke rumah orang, sedangkan yang punya mempersilahkan?

pertanyaan yang sangat besar, dan mungkin tidak pernah ada yang memberikan jawabannya.

Saudaraku,,,bersabarlah disana Allah pasti menolong kita. Meski saya disini hanya bisa berdoa, tapi perasaan itu saya rasakan juga.