25/01/14
Surga, Neraka bukan cuma dongeng kawan...
07/08/13
Blow Some Pure Full (My verry Blessing Ramadhan)
23/06/13
Pilkada
25/05/13
Perjuangan
21/01/13
Tak ada hukum tertinggi untuk kasus “sederhana”
09/06/12
The Story Teller
Saya ingin membahagiakan ibu, saya ingin membahagiakan bapak...pernah saya nangis di depan ibu, waktu itu saya ingat bahwa surga ada dibawah telapak kaki ibu
01/06/12
Strength
05/05/12
Jam Tangan Baru
kanu buruk masing butuh, kanu anyar masing lebar
01/04/12
Tulus
20/03/12
Kaca
12/02/12
Reflection part 2
ya Alloh, ya Robb, luruskan niatku dalam setiap langkah yang ku ambil
semoga tidak ada kemunafikan dalam hatiku,
ketika aku memohon pertolongan dan ampunan dariMu
10/02/12
Bersyukur Ketika Sakit
Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa bila seseorang sedang sakit maka Alloh mengutus empat malaikat. Malaikat pertama diperintahkan untuk mengambil kekuatannya sehingga orang itu menjadi lemah, malaikat kedua diperintahkan untuk mengambil selera makannya, malaikat ketiga diperintahkan untuk mengambil cahaya wajahnya sehingga orang itu menjadi pucat mukanya dan malaikat keempat diperintahkan untuk mengambil dosa-dosanya.
Dan bila Alloh mengembalikan kesehatannya, maka Alloh hanya akan memerintahkan tiga malaikat pertama untuk mengembalikan apa yang telah diambil dari orang tersebut. Karena kemuliaan-Nya, Alloh tidak memerintahkan malaikat terakhir untuk mengembalikan apa yang telah diambilnya. Namun Alloh memerintahkannya untuk membuang dosa-dosa itu kelautan.
Maka dari itu, janganlah pernah berpikir bila kita sakit berarti Alloh sedang memberikan cobaan pada kita. Tapi sebaliknya, bila kita sakit berarti Alloh sangat menyayangi kita karena Dia membuang semua dosa-dosa kita. Dan apabila kita meninggal dalam keadaan sakit, berarti kita meninggal dalam keadaan suci.
Wallahualam bi sawab
01/01/12
Generasi Pemimpin Bobrok
Sering banget denger dosen bilang kalau kita adalah generasi pemimpin, ya memang benar sih. Karena siapa lagi yang akan melanjutkan pemerintahan dan semua sector yang ada kalau bikan kita manusia-manuasia “intelektual” yang selama bertahun-tahun makan bangku kuliah.hehehe
Tapi sebenernya miris juga dengan keadaan mahasiswa jaman sekarang--u know them so well lah. Berapa banyak sih mahasiswa yang orientasinya terhadap kemajuan dan keberhasilan bangsa dan negaranya? Presentasi nya lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang berorientasi akan kepentingan pribadi.
Coba tengok phenomena yang terjadi sekarang, banyak sekali ajang “instan”. Mulai dari pencarian bakat yang nantinya akan menjadi “penghibur”—yang nama kerennya entertain—sampai pencarian bakat untuk menjadi ustadz. Yang terakhir ini saya masih ga habis pikir, bukannya tugas dan kewajiban sebagai penyebar agama Alloh itu adalah kewajiban setiap umat, lah kenapa sekarang harus ada ajangnya??? Orientasinya apa??? Memang benar agar lebih mudah untuk diterima orang kita harus terkenal, ya setidaknya orang sudah ada apresiasi terhadap kita dari pertama kali melihat—maksudnya bila kita dikenal kan bisa lebih mudah masuk ke semua kalangan. Kalau memang orientasinya begitu saya sih setuju aja, tapi saya pernah denger juga salah seorang “kontestan” disalah satu ajang pencarian ustadz bilang kalau tugas dia hanyalah menyampaikan dan tentang penerimaan orang lain ya urusan masing-masing. Hmm,,hebat banget dia. Saya yang salah memahami sesuatu atau memang salah ya??
Dari phenomena itu saja sudah jelas kita lihat bahwa anak muda jaman sekarang tidak suka bekerja keras—meskipun alibi mereka mengatakan sebaliknya…hehehe. Mereka lebih senang mencari jalan pintas yang tidak banyak kerikil dan bertabur dengan bunga. Mengesampingkan kepentingan bersama demi ego pribadi. Wow—seperti ini yang nantinya akan menjadi pemimpin.
Dilingkungan kampuspun sama saja, sedikit sekali mahasiswa yang orientasi belajarnya untuk mendapatkan ilmu—yang lainnya berorientasi terhadap nilai. Padahal kan nilai itu akan mengikuti jika kita memang memiliki kapasitas dalam hal tertentu—ya mungkin memang tidak sekarang dirasakannya. Orang yang berorientasi belajar akan terus-terusan tersandung, karena dia “memaksakan” dirinya untuk mengerti akan suatu hal, tapi yang lainnya akan dengan mudah mendapatkan nilai baik karena mereka “memaksakan” diri untuk mendapatkan nilia. Orientasi yang berbeda akan menghasilkan output yang berbeda pula.
Pernah denger beberapa mahasiswa berbincang didepan madding, disana terpampang tugas yang harus dikerjakan sebelum liburan. Entah apa maksud dosen itu memberikan tugas seperti itu, mungkin tugasnya itu adalah tugas untuk satu kelas. Desela-sela obrolan, saya mendengar salah seorang mahasiswa bilang “yang pentingkan ada satu orang yang ngumpulin”. Ketawa geli banget denger tuh mahasiswa, kenapa dia ga berpikir kalau satu orang mahasiswa itu adalah dia? Kenapa dia harus menunggu orang lain? Kenapa dia menggantungkan “nasib”nya pada orang lain? Kenapa dia tidak mau berusaha bekerjasama dengan yang lain untuk mengerjakan tugas itu? Kenapa dia lebih memprioritaskan suatu hal yang tidak terlalu urgent? Itu yang akan menjadi pemimpin kita nanti…
Bayangkan seperti apa “hebat” nya Negara kita bila pemimpinnya seperti itu?
Saya bukan orang yang selalu benar dalam berorientasi terhadap suatu hal, tapi saya sedang belajar bagaimana menjadi pribadi yang benar mulai dari orientasi sampai pada implementasi. Saya juga tidak dapat merubah pandangan dan orientasi orang terhadap sesuatu—bukan kapasitas saya untuk membicarakan hal tersebut—karena pemikiran dan kesadaran diri hanya dapat dirubah oleh sang pemilik hati. Mungkin memang Dia menciptakan orang-orang seperti itu untuk menjadi pelajaran bagi kita yang selalu mengamati.
30/08/11
Kenangan Masa Kecil
Hari itu bertepatan dengan hari ke 28 Ramadhan 1432H. Hari pertama sahur dengan keluarga di tahun ini, ibu titip amanah untuk menitipkan infaq di masjid. Alhasil pagi itu saya pergi ke masjid dengan tujuan hanya menitipkan infaq. Namun, setelah menyampaikan amanah ibu saya melihat anak-anak yang dengan sabar dan antusias mengikuti acara kuliah subuh yang memang rutin di selenggarakan masjid setempat dari waktu saya kecil.
Dengan sedikit mengenang, saya duduk berlama-lama dalam masjid. Rasanya baru saja kemarin saya yang duduk di sini sambil menahan kantuk, sekarang saya mengenang masa itu dengan senyum. Betapa masa kecil yang indah, diisi dengan kegiatan yang bisa membuat saya bangga sekarang.
Ketika sedang asik melamun, saya dikagetkan oleh sapaan lembut seorang anak perempuan. Dia menanyakan nama saya dan dimana saya tinggal, dia sedikit heran melihat oranga yang tak dikenalnya.
Acara kuliah subuh pun dibuka oleh salah satu ustadz disana, yang juga guru saya. Entahlah, mungkin karena beliau melihat saya masih duduk disana, beliau sedikit bercerita tentang awal mula diadakannya kuliah subuh. Dan beliau pun memperkenalkan saya sebagai salah seorang santrinya, dengan sedikit malu saya menganggukan kepala tanda mengiyakan apa yang beliau sampaikan.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap akhir bulan ramadhan kuliah subuh diisi dengan acara bagi-bagi hadiah untuk santri yang rain puasa dan kuliah subuh. Lagi-lagi saya mendapat kejutan, sang guru meminta saya memberika hadiah untuk salah seorang santri yang rajin. Sungguh tersanjung saya hari itu, ternyata beliau masih mengenal saya. Subhanallah, sebuah pelajaran lagi bagi saya yang terkadang mengacuhkan orang lain.


03/06/10
BIG QUESTION
Tapi dalam masalah ini, sepertinya dilihat dari sisi manapun tetap salah. ya, masalah ini adalah masalah serangan israel terhadap para relawan palestina. Warga negara namapun, dari agama apapun pasti mengutuk perbuatan keji tentara israel.
Kenapa sih????
Benar-benar melanggar hak asasi manusia,,,
Israel bilang, bantuan tidak diperlukan karena Palestina berada pada kondisi yang terkendali. Tidak ada kerusuhan, tidak ada yang perlu dibantu.
So What??????
Kalau kita ingin mengunjungi saudara kita, kenapa mesti dihalangi?
Kalau kita ingin berbagi perasaan dengan saudara kita, kenapa mesti dianggap penjahat?
Kenapa menghalangi masuk ke rumah orang, sedangkan yang punya mempersilahkan?
pertanyaan yang sangat besar, dan mungkin tidak pernah ada yang memberikan jawabannya.
Saudaraku,,,bersabarlah disana Allah pasti menolong kita. Meski saya disini hanya bisa berdoa, tapi perasaan itu saya rasakan juga.


