09/06/12

The Story Teller

Saya ingin membahagiakan ibu, saya ingin membahagiakan bapak...pernah saya nangis di depan ibu, waktu itu saya ingat bahwa surga ada dibawah telapak kaki ibu
Itulah cuplikan cerita yang dibawakan oleh Yadi. Dengan tidak sabar, dia terus menanyakan apakah kakak-kakak sudah siap untuk mendengarkan cerita dia. Rasa percaya diri yang ada dalam dirinya membawa dia terus membacakan cerita yang ada dalam kertas tersebut--tadi sore, kak Dila menginformasikan adanya lomba menulis. Dan ternyata itu hanya fiktif, karena Yadi tidak dapat membaca dan menulis. Jadi semua yang keluar dari mulutnya adalah apa yang ada di benaknya saat itu. Dia hanya ingin bercerita.
Namun satu hal, dia merupakan pendengar yang baik. Sepertinya dia dapat merekam apa saja yang dibacakan kakak-kakak untuk dirinya. Dia sangat suka berbicara, setiap ada kesempatan pasti tampil untuk menunjukan kebisaannya. Dia juga ingin mengikuti salah satu ajang pencarian bakat yang menuntut pesertanya untuk dapat berbicara didepan umum.

Selain Yadi, ada juga Ridwan. Dia sangat ingin memperlihatkan cerita yang telah dia buat pada kakak-kakak. Sepintas saya mendengarkan ceritanya, ternyata dia sangat kesepian. Dengan berada di jalanan dia merasa memiliki teman yang dapat membuatnya terus tertawa. Ternyata dia juga masih suka nge-lem, hal itu dilakukannya untuk menghilangkan beban pikiran--galau, mun ceuk bahasa ayeuna mah. Ngomong-ngomong masalah nge-lem, ada nih Ari. Setiap ketemu dia, pasti lem selalu ada dalam genggamannya--haduh--selang beberapa menit, Ari pasti menghisap lem itu. Katanya nge-lem dapat menahan rasa lapar, tapi kadang dia merasakan sakit kepala, perut, dan nafas. Tapi Ari anak yang sholeh, dia selalu mendoakan orang tua nya yang telah berpisah. Dia ingin mereka dapat berkumpul kembali.

Si pengantar buah dan sayur ini namanya Aldi, dia agak keterlaluan...hehehe. Pura-pura tidak dapat menulis, tapi dia dapat dengan lancar membaca apa yang saya tulis...ckckckck. Dalam ceritanya, dia mengantarkan sayuran dengan menggunakan andong. Sayuran diantarnya dari pasar Caringin ke Ciroyom, Jatayu, dan Andir. Perhan suatu hari dia mengalami kecelakaan yang membuatnya harus mendapat 13 jahitan di telunjuk sebelah kanannya. Kuda yang membawa andong itu jatuh terperosok  ke selokan. Buah dan sayur yang dibawanya pecah, Alhamdulillah sekarang luka kamu udah sembuh ya di.

Yang terakhir Suris, rambut ala Ronaldo ternyata masih ngetren buat dia.hehehe...
Rumahnya di Cicalengka, tapi dia sering ngamen di Ciroyom. Bersama temannya Deri, dan Acung--maaf ya, saya lupa lagi namanya...hehehe--mereka sering main layangan, bola, kadang bermain kelereng. Katanya, pernah ada satu temannya yang bernama Dani--dia pengamen juga--yang meninggal karena kecelakaan yang menimpanya saat mengamen. Dani jatuh dari mobil, dan nyawanya tidak dapat diselamatkan. Semoga amal ibadahnya diterima disisi Alloh, doa Suris--doa saya juga. 

Banyak sekali pengalaman menarik yang telah mereka alami, senang, sedih, tangis dan bahagia. Sampai saat ini, saya baru bisa jadi pendengar yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar