01/06/12

Strength

You loved me ‘cause’ I’m fragile
when I thought that I was strong
but You touch me for a little while
all my fragile strength is gone
(Sara Bereilles – Gravity)

Haduh, hanya karena liat liriknya di lapak sebelah jadi suka banget sama lagu ini. Kasian si Sara nya disuruh ngulang-ngulang lagu ini terus…hehehe

Setiap kita pasti pernah berada pada kondisi sangat rapuh, tapi merasa masih dapat melakukan hal benar. Saat pikiran dan perasaan tidak sanggup menghadapi keadaan, keinginan terbesar adalah lari dari kenyataan dan menganggap itu benar. Sering banget merasa seperti itu, semua masalah yang dihadapi seakan tidak pernah berhenti dan seperti tidak pernah ada penyelesaian. Merasa sangat lelah karena hanya berjuang sendiri, merasa sangat kecewa karena tidak dapat berbuat banyak. Dan yang paling menyebalkan adalah merasa sendiri—perasaan seperti ini membuat kita buta akan penderitaan orang lain.

Sebenarnya hidup ini sangat manis, namun banyak hal yang mempengaruhi pikiran yang menjadikan hidup ini sulit dan berat. Tapi jangan lupa, ketika kita bersedia untuk menoleh sedikit—baik ke kanan atau ke kiri—maka akan kita dapatkan perjuangan lebih berat yang dilakukan orang sekitar kita. Ketika kita hanya fokus pada apa yang kita alami, merasa sangat tak berdaya, dan merasa diri ini tak “berguna”. Kita tidak akan pernah mengerti bahwa ternyata masih banyak orang yang membutuhkan diri yang tak “berguna” ini.

Dilain sisi, saya merasa apakah dengan mencoba melihat kebutuhan orang lain akan diri kita adalah sebagai pelarian akan masalah yang dihadapi? Saya masih berpikir seperti itu, dapat berada dengan orang lain sedikit banyak dapat mengalihkan saya akan persoalan yang ada. Bukan mencari solusi namun mencari kawan, bukan untuk berbagi, hanya sekedar menemani.

Hal yang paling besar adalah ketika kita merasa tidak ada lagi tempat untuk mengadu, hanya dekapan Dia yang maha agung yang dapat memberikan ketenangan. Seperti lirik lagu tadi “when You touch me for a little while, all my fragile strength is gone”, ketika semuanya dipasrahkan pada sang pemilik masalah, semua ketakutan itu hilang. Karena kita yakin Dia pasti selalu membantu, karena Dia tidak akan meninggalkan kita sendiri.

Maka, apakah kita masih hanya mendekati-Nya ketika kita rapuh?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar