27/10/12

Another 1st time story


Wow,,,lama banget ga posting. Oklah coba kita mulai lagi dengan sesuatu yang telah saya alami beberapa bulan kebelakang. New day, new story, new experience

Banyak orang yang hadir dan berlalu begitu saja dalam hidup saya, banyak yang berbekas dan memberikan banyak pelajaran untuk pendewasaan diri—meski bekasnya bikin sakit kalau diingat…hehehe. Beberapa orang memang berhasil “menguasai” hati saya pada saat itu, dan berhasil membuat saya memberikan “keistimewaan” padanya, tapi ternyata apa yang saya lakukan saat itu adalah sebuah kesalahan. Namun, orang kan belajar dari kesalahan. Tidak ada seorangpun yang berhasil tanpa melalui kesalahan. Hal itu benar-benar membuat saya belajar, belajar untuk memperlakukan semua orang sama—no leveling—dan yang terburuk saya lebih tidak peduli dengan siapapun lebih dari sebelumnya.

Soliter? Ya saya memang seorang soliter, dan disaat itu—saat saya benar-benar sudah tidak ingin memiliki orang terdekat—saya ingin membangun image baru. Dimana tak ada seorangpun mengetahui latar belakang saya, sehingga saya dengan bebas membangun identitas baru sebagai seseorang yang mudah bergaul dengan siapapun, orang yang dapat beradaptasi dengan apapun, orang yang dapat diandalkan. Haha…lucu juga, saya ingin terlihat sangat sempurna tanpa bantuan siapapun. Tapi ternyata apa yang saya lakukan berhasil, saya dapat berbaur dengan siapa saja tanpa kendala, saya dapat melakukan hal-hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya dengan ringan, dan yang terpenting adalah orang-orang tidak mengetahui siapa saya sebenarnya—hooo, jago juga nih ternyata :D.

Tapi semuanya berubah setelah negara api menyerang…eh,,,engga-engga. Semuanya berubah setahun kemudian, ketika ada sesorang yang menanyakan kedekatan saya dengan dia. Mempertanyakan kenapa kadang saya mendekat dan kadang saya menjauh. Dari situ, saya mulai lagi untuk membuka diri dari sesuatu yang sebelumnya saya hindari—ya saya menghindarinya satu tahun ini. Tapi sebenarnya perasaan dekat dengan orang itu sudah saya rasakan jauh sebelum dia mempertanyakan semua hal itu. Semuanya berjalan dengan indah kembali, I can express my feeling and I don’t avoid myself again to be another half. Dan petualangan kembali dimulai…hahaha

Hal-hal “ajaib” terjadi dalam perjalanan saya dan teman baik saya ini, hal yang belum saya alami semuanya ada. Hal “ajaib” pertama adalah, sejak saya dapat mengendarai motor 10 tahun yang lalu saya tidak pernah jatuh dari motor. Tapi beberapa minggu bersamanya, tiba-tiba saya terjatuh. Alhamdulillah tidak ada pihak-pihak yang terluka parah atas insiden ini, dua kali kami terjatuh dari motor. Tapi hal ini tidak membuat kami kapok, malah saat-saat berboncengan dengannya adalah saat-saat dimana kami dapat lebih mengenal satu sama lain.

Hal “ajaib” lainnya adalah, candle light dinner berdua. Hahaha…geli banget dah, memang sih itu bertepatan dengan satu moment istimewa. Sebelumnya saya tidak pernah makan berdua dengan seseorang, tapi kali ini saya tak dapat menolak—dipaksa—karena memang saya menginginkannya juga. Memang ada saat dimana kita merasakan perlu untuk berbagi dengan teman terbaik yang kita miliki.

Keajaiban lainnya adalah ketika saya bersedia mengendarai motor pada track yang belum pernah saya lalui sebelumnya. Dengan keberanian yang hanya sedikit, saya nekad memboncengnya. Perjalanan berjalan mulus dan menggembirakan pada awalnya, meski banyak sekali “wahana” yang kami lewati. Jalanan terjal, tikungan tajam, turunan yang masyaAlloh, sampai kendaraan besar yang banyak banget…ga lagi-lagi deh. Dan yang paling amazing adalah tanjakan yang membuat ban depan motor saya terangkat, Alhamdulillah masih diselamatkan Alloh.—horor banget tuh perjalanan…

Dan keajaiban terakhir adalah, saya kena tilang.hahaha
Hari itu sangat panas, dan entah mengapa tak seperti biasanya saya tidak mengikuti kata hati saya—ya emang harus diingetin pake cara itu kali…hehehe. Jadilah saya ngambil jalur yang tidak boleh dilalui, akhirnya distop pak polisi. Benar juga ya yang bilang, apa yang kita dapatkan adalah apa yang kita lakukan. Ya karena saya sopan santun dan ga nyolot, jadilah pak polisinya ga ngotot juga minta saya sidang atau titip sidang. Akhirnya saya memilih untuk membayar denda tilang ke bank tertunjuk, dan tau kan anda???bank itu jauhnya minta ampun. Langsung lah meluncur ke sana, karena memburu waktu sebelum dzuhur.

Perjalanan yang amazing—mulai lagi pake istilah ini—sekali, dan sudah beberapa hari ini saya tidak bertemu dengan dia. Ada sesuatu yang terasa mengganjal, tapi entah apa itu. Ada sesuatu yang hilang, tapi saya tak pernah mengerti. Ada tawa yang tertahan, tapi senyum ini masih ada. Ada rasa yang tak terucapkan, tapi dia mengerti.

Miss you my sister… :)

1 komentar: