23/06/13

Pilkada

Hari ini hari minggu, bertepatan dengan salah satu event besar yang terjadi di kota Bandung. Yupz pemilihan walikota dan wakilnya yang akan menjabat dan mengatur kota Bandung ini selama lima tahun kedepan. Event ini sedikit mengganggu rencana yang telah saya buat, karena saya lupa ada pilkada hari ini, tapi ya masih bisa ditolerilah.hehehe

Pagi ini, saya masih mengantuk tapi harus segera bangun dan mandi karena ibu sudah memanggil-manggil untuk berangkat ke TPS bersama-sama—kenapa harus sama-sama coba? Kenapa harus pagi-pagi juga?—padahal biasanya kalau saya sendiri lebih memilih dimenit-menit terakhir.hehehe


Akhirnya sampai juga di TPS yang jaraknya memang tidak begitu jauh dari rumah, disana sudah ada beberapa orang yang “memenuhi haknya” untuk memilih wakilnya ceunah. Memang aga lengang juga, tapi ada satu kejadian yang membuat saya berpikir “ada apa dengan negeri ini”. Ketika akan menyerahkan kartu pemilih pada panitia, adik saya menahan saya sejenak katanya dia mau melihat dulu siapa saja yang menjadi kandidat walikota tahun ini. Loh bukannya semuanya sudah kampanye dan selalu muncul di layar TV satu bulan terakhir ini, ko masih ga ngerti juga siapa. Ternyata bukan hanya adik saya yang melakukan hal tersebut, ada beberapa orang yang melihat siapa saja kandidat walikota. Waduh gimana ini, berarti mereka menentukan pilihan disaat-saat terakhir, berarti itu semua hanya berdasarkan penlaian pada gambar saja, berarti mereka belum tau apa yang sebelumnya dijanjikan saat kampanye, berarti mereka gambling untuk nasib kotanya. Wow menarik…hihihi
Kejadian tersebut sangat menarik untuk saya, jangan-jangan setiap diadakan pemilihan wakil rakyat semua orang—apa lagi yang ada di daerah—hanya mengira-ngira siapa yang paling pantas untuk mewakili mereka pada saat-saat terakhir. Saya rasa kesadaran akan rasa memiliki negeri ini masih sangat kecil, atau bahkan mereka tidak peduli dengan siapa yang akan menjadi pemimpin mereka. Yang terpenting bagi mereka adalah asalkan kehidupannya nyaman, semua kebutuhannya terpenuhi, tidak masalah siapapun pemimpinnya. Ya memang seharusnya seperti itu, tidak ada figuritas dalam memilih pemimpin yang terpenting dia dapat mengemban amanah untuk memimpin rakyatnya dengan cara-cara yang benar.

Jika menilik pada diri saya, sebenarnya saya orang yang sangat konsisten. Saya konsisten untuk memilih karena saya sudah mengetahui apa dan bagaimana sosok-sosok yang mencalonkan diri itu. Ya saya konsisten untuk memilih semuanya….hahaha. Karena menurut saya, untuk membuat masyarakat sejahtera pemimpin yang baik saja tidak cukup. Yang pertama harus dilihat adalah system yang menjadi kerangka kerja dari pemimpin kita. Saya pernah mendengar quote yang bagus disalah satu film, yang menceritakan tentang pembangunan sebuah kapal. Quote itu berbunyi “Lebih baik pekerja yang tidak sempurna tapi mengerjakan rancangan yang sempurna, dari pada pekerja yang sempurna mengerjakan rancangan yang tidak sempurna”. Dari quote tersebut saya melihat bahwa tidak masalah pemimpinnya “jelek” yang penting sistemnya bagus, yang penting sistemnya sempurna, karena ketika mengerjakan sebuah rancangan yang sempurna hasilnya akan baik karena kerangkanya sudah sempurna. Namun, ketika sistemnya berantakan, sistemnya tidak sempurna, sehebat apapun pemimpinnya, hasilnya akan kacau karena dari awal kerangkanya sudah tidak bagus.

So, let’s have a thinks about it

gambar by : http://blog.tempointeraktif.com/wp-content/uploads/2009/04/portal-buat-blog-ti.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar