Tentukan node
referensi yang telah diketahui beda potensialnya. Node AC memiliki tegangan
yang sama dengan tegangan sumber (24V). Asumsikan potensial pada node A lebih
besar dari pada node C, maka didapatkan potensial node A sama dengan 24V dan
potensial node C sama dengan 0.
19/06/12
Kirchhoff Current Law
Rangkaiang yang akan dianalisis dengan hukum Kirchhoff adalah rangkaian Weston Bridge. Kita akan menganalisis nilai arus yang mengalir pada setiap resistansi yang ada dengan memanfaatkan hukum Kirchhoff I
Hukum Kirchhoff
Udah lama pengen mosting ini, tapi belum sempet karena
postingan ini harus berpikir keras. Tapi baiklah,,,lanjooood
Salah satu hukum yang paling dasar dan paling terkenal di
dunia per-elektro-an adalah hukum Khirchhoff. Hukum ini ditemukan dan diperkenalkan
oleh seorang Jerman—pengen sekolah disana--, yang bernama Gustav Kirchhoff
(1824-1887).
Terdapat 2 hukum Kirchhoff, KCL (Kirchhoff Current Law) dan
KVL (Kirchhoff Voltage Law). Mari kita bahas satu per satu.
- KCL
Hukum Kirchhoff I ini berbunyi, “Jumlah arus masuk pada suatu percabangan, sama dengan jumlah arus yang keluar dari percabangan”.Maksudnya gimana sih??? Ok kita lihat contoh gambar berikutNah, kita dapat melihat bahwa ada arus I1 dan I2 yang masuk ke percabangan dan arus I3 dan I4 yang keluar dari percabangan. Menurut hukum Kirchhoff I, I1 + I2 = I3 + I4Karena yang menjadi patokan adalah sebuah percabangan, yang dapat disebut sebagai node. Maka, dapat KCL dapat disebut sebagai node base. - KVL
Hukum Kirchhoff II berbunyi, “Jumlah tegangan dalam suatu rangkaian tertutup adalah nol”.Dalam suatu rangkaian tertutup jumlah arus yang ada harus bernilai nol, sehingga ada arus yang bernilai positif dan ada yang bernilai negative.Dalam loop abcd, jumlah tegangan bernilai nolV1 + V2 – V3 – V = 0ok, untuk penggunaannya dalam rangkaian mari kita bahas satu persatu disini.
09/06/12
The Story Teller
Saya ingin membahagiakan ibu, saya ingin membahagiakan bapak...pernah saya nangis di depan ibu, waktu itu saya ingat bahwa surga ada dibawah telapak kaki ibu
Itulah cuplikan cerita yang dibawakan oleh Yadi. Dengan tidak sabar, dia terus menanyakan apakah kakak-kakak sudah siap untuk mendengarkan cerita dia. Rasa percaya diri yang ada dalam dirinya membawa dia terus membacakan cerita yang ada dalam kertas tersebut--tadi sore, kak Dila menginformasikan adanya lomba menulis. Dan ternyata itu hanya fiktif, karena Yadi tidak dapat membaca dan menulis. Jadi semua yang keluar dari mulutnya adalah apa yang ada di benaknya saat itu. Dia hanya ingin bercerita.
Namun satu hal, dia merupakan pendengar yang baik. Sepertinya dia dapat merekam apa saja yang dibacakan kakak-kakak untuk dirinya. Dia sangat suka berbicara, setiap ada kesempatan pasti tampil untuk menunjukan kebisaannya. Dia juga ingin mengikuti salah satu ajang pencarian bakat yang menuntut pesertanya untuk dapat berbicara didepan umum.
01/06/12
Strength
You loved me ‘cause’ I’m fragile
when I thought that I was strong
but You touch me for a little while
all my fragile strength is gone
(Sara Bereilles – Gravity)
Haduh, hanya karena liat liriknya di lapak sebelah jadi suka
banget sama lagu ini. Kasian si Sara nya disuruh ngulang-ngulang lagu ini terus…hehehe
Setiap kita pasti pernah berada pada kondisi sangat rapuh,
tapi merasa masih dapat melakukan hal benar. Saat pikiran dan perasaan tidak
sanggup menghadapi keadaan, keinginan terbesar adalah lari dari kenyataan dan
menganggap itu benar. Sering banget merasa seperti itu, semua masalah yang
dihadapi seakan tidak pernah berhenti dan seperti tidak pernah ada
penyelesaian. Merasa sangat lelah karena hanya berjuang sendiri, merasa sangat
kecewa karena tidak dapat berbuat banyak. Dan yang paling menyebalkan adalah
merasa sendiri—perasaan seperti ini membuat kita buta akan penderitaan orang
lain.
Sebenarnya hidup ini sangat manis, namun banyak hal yang
mempengaruhi pikiran yang menjadikan hidup ini sulit dan berat. Tapi jangan
lupa, ketika kita bersedia untuk menoleh sedikit—baik ke kanan atau ke kiri—maka
akan kita dapatkan perjuangan lebih berat yang dilakukan orang sekitar kita. Ketika
kita hanya fokus pada apa yang kita alami, merasa sangat tak berdaya, dan
merasa diri ini tak “berguna”. Kita tidak akan pernah mengerti bahwa ternyata masih
banyak orang yang membutuhkan diri yang tak “berguna” ini.
Dilain sisi, saya merasa apakah dengan mencoba melihat
kebutuhan orang lain akan diri kita adalah sebagai pelarian akan masalah yang
dihadapi? Saya masih berpikir seperti itu, dapat berada dengan orang lain
sedikit banyak dapat mengalihkan saya akan persoalan yang ada. Bukan mencari
solusi namun mencari kawan, bukan untuk berbagi, hanya sekedar menemani.
Hal yang paling besar adalah ketika kita merasa tidak ada
lagi tempat untuk mengadu, hanya dekapan Dia yang maha agung yang dapat
memberikan ketenangan. Seperti lirik lagu tadi “when You touch me for a little
while, all my fragile strength is gone”, ketika semuanya dipasrahkan pada sang
pemilik masalah, semua ketakutan itu hilang. Karena kita yakin Dia pasti selalu
membantu, karena Dia tidak akan meninggalkan kita sendiri.
Maka, apakah kita masih hanya mendekati-Nya ketika kita
rapuh?
Langganan:
Postingan (Atom)


